Wednesday, November 18, 2015

GELAR POTENSI DESA BUDAYA YOGYAKARTA di JEC

Dinas Kebudayaan Provinsi DIY pada tanggal 11-13 November 2015 mengadakan pameran bertajuk peningkatan potensi desa budaya menuju desa budaya yang kretif dan mandiri. Acara tersebut diselenggarakan di Parkir Barat Jogja Expo Center (JEC) dan juga sebagian ada didalam gedung lantai satu. Acara tersebut bernama “GELAR POTENSI DESA BUDAYA YOGYAKARTA 2015” . Pameran ini diikuti oleh 43 desa budaya diberbagai macam kabupaten yang berisi produk kerajinan, kuliner dan lain sebagainya. Setiap desa juga menampilkan berbagai macam potensi budaya dari desanya dan acara pameran semakin ramai pengunjung menjelang malam hari. Salah satu stand dari Bangunkerto Turi Sleman produk unggulannya yaitu berupa salak. Salak itu dijdikan sebagai makanan khas/oleh-oleh seperti Bakpia Salak, Geplak Salak, Kripik Salak, Wajik Salak dan Dodol Salak. Berbagai Kerajinanpun ada di Desa Turi seperti Topeng Lukis dan Batik. Untuk pertunjukan sendiri Desa Turi menampilkan Tari Ampak-Ampak Negeri Salak. Potensi Budaya di Desa Bangunkerto menjadi suguhan bagi masyarakat. Ada jathilan yang berada di 3 Padukuhan, yaitu Padukuhan Kalor, Padukuhan Karangwuni dan Padukuhan Bangunsari. Jathilan ini memiliki 80 orang anggota dengan prestasi ditingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Ada juga karawitan dari Padukuhan Gadung terdiri dari Karawitan Putra (Sekar Gadung) dan Karawitan Putri (Puspita Laras). Selain itu ada kubrosiswa di Padukuhan Gadung, Padukuhan Juruga dan Padukuhan Kendal. Sholawat diantaranya ada Sholawat Maulud yang berdiri pada tahun 1947. Sholawat sendiri merupakan kesenian religi. Ada badui, kethoprak dan mocopat, dayakan dan tektek band. Serupa dengan Desa Triwidadi juga tidak kalah menarik. Didesa itu ada pembuatan legen yang berguna untuk menyegarkan badan. Didesa Triwidadi banyak sekali wisata alamnya yang banyak dikunjungi contohnya Sendang Ngembel, Air Terjun Pulosari, Air Terjun Banyu Nibo dll. Salah satu desa ada yang kerajinannya sangat menarik, kreatif dan diminati pengunjung yaitu dari Desa Kemadang, Tanjungsari Gunungkidul. Kerajinannya berupa pernik-pernik seperti gantungan kunci dan gelang. Ada juga jam dinding, gantungan/hiasan kamar tamu dan itu semua dibuat dari kece, kerang dan hasil benda laut lainnya. Makanan khas Gunungkidul itu berupa walang. Berbagai macam desa menampilkan potensinya masing-masing. Sebagian desa sudah rutin mengikuti acara pameran ini dan ada juga yang baru pertama kalinya. Minat diberbagai desa sangat tinggi dengan adanya pameran ini. Warisan budaya dan segala potensinya memang patut kita lestarikan dan kembangkan untuk kedepannya agar tidak luntur dan tidak diakui oleh negara lain.